Sungai Terkotor di Dunia

Budaya membuang sampah sembarangan di Indonesia ternyata emang belom bisa dihilangkan ya… Kita liat aja sungai-sungai di Indonesia sekarang kayaknya udah hampir gak ada lagi yang bersih. Sampah-sampah memenuhi sungai, dari sampah plastik, sampe sampah kotoran dari perut manusia (feces maksudnya). Yang lebih memilukan (caelah bahasanya!), tu aer sungai juga dipake buat nyuci baju, nyuci piring, juga mandi… :(

Nah, akibat kebiasaan buruk masyarakat Indonesia yang sering membuang sampah di sungai ini (kayaknya termasusaya juga deh…tapi gak sering kok), sungai terkotor di dunia ternyata ada di INDONESIA!! (Ah bercanda. lo!!) Beneran! Sungai terkotor itu adalah Sungai Citarum. Duh, malu deh rasanya. Nih kalo mau liat penampakan sungai terkotor itu.







Kalo diliat-liat, itu sungai kok lebih mirip tempat pembuangan sampah ya…. :(

Sepertinya sudah saatnya kita berbenah diri (harusnya sih dari dulu), buat Indonesia menjadi lebih baik… :) Caranya? Dimulai dari diri kita sendiri. Ya, Anda pasti tau gimana caranya… :D

siklus

Tadi malam, di Ibu Kota, aku menyaksikan orang-orang menangis karena putus cinta. Banyak hati meringis, banyak jiwa merana, ada juga beberapa yang biasa saja, bahkan tertawa bahagia. Mereka bilang, kecuali masalah, hidup tak menjanjikan apa-apa. Remang malam melarutkan mereka dalam bimbang dan dilema. Tak tau harus senang atau berduka. Ah, aku bilang ini cuma siklus hidup. Cara sempurna yang dibuat Tuhan agar kita semakin sadar bahwa di dunia ini tak ada yang sempurna—kecuali Dia, tentunya. Maka, sikapilah dengan sederhana.

Tak Ada Ide

gambar "nemu" dari http://fisheriesandmarine.wordpress.com/

Saat-saat paling menyebalkan dalam menulis adalah ketika tak ada ide yang muncul di otak kita. Begitulah kira-kira yang sedang saya alami sekarang ini, saat ini, ketika saya menuliskan ini. Ya. Tak ada ide. Pernahkah Anda mengalami hal yang semacam ini: sedang ingin menulis, tapi bingung mau menulis apa, tak tau harus mulai dari mana, tapi Anda tetap ingin menulis?? Belum pernah? Saya pernah. Dan saya sedang mengalaminya saat ini. Ingin menulis, tapi tak tau harus menuliskan tentang apa.

Jujur, sebagai lulusan bahasa dan sastra Indonesia, saya termasuk yang nggak bisa nulis. Banyak penulis bilang kalau mau bisa nulis, kita harus banyak membaca. Masalah yang muncul kemudian adalah: saya tidak suka baca! Aneh? Mungkin bagi sebagian orang aneh karena saya lulusan bahasa dan sastra Indonesia, tapi kok nggak bisa nulis. Tapi buat saya ini wajar. Karna menulis itu tidak bisa dipaksakan. Dari sekian banyak mahasiswa di jurusan saya (sewaktu saya kuliah dulu), mungkin saya satu-satunya mahasiswa yang nggak suka baca. Bagi saya membaca adalah hal yang sangat membosankan. Jangankan membaca novel yang tebalnya beratus-ratus halaman, membaca cerpen saja–yang sudah jelas-jelas jauh lebih sedikit daripada novel–saya enggan sebenarnya.

Oke, back to topic. Soal ide menulis. Ketika banyak orang (khususnya teman-teman saya) bisa dikatakan berbakat dan “jago” (ini bukan sejenis ayam) menulis, saya masih berkutat dengan ide di kepala saya. Yang saya bisa lakukan kemudian hanyalah menikmati tulisan-tulisan teman saya itu (sekarang sedikit-sedikit saya mulai membiasakan diri untuk mau membaca). Makanya Anda nggak mungkin mendapati cerpen di blog saya ini. Yang ada di sini paling hanya sekelumit tulisan berbentuk puisi. Ya, mungkit itu saja karya sastra yang bisa saya tulis, itu pun dengan tampilan dan isi yang sederhana. Tapi tak apa, karena itu merupakan salah satu bentuk usaha saya dalam menulis.

Saya pernah baca sebuah tulisan (ya iyalah,,,kalo film namanya ditonton, bukan dibaca). Serius! Di sana tertulis bahwa kalo kita ingin menulis, tulis apa saja! Dan saya sekarang sedang mencoba mempraktekkannya. Berhasil atau tidak, bagus atau jelek, saya tidak peduli. Yang penting saya berusaha untuk menulis. Itu saja. Menulis tentang apa pun, terserah!

Jadi, kenapa saya menuliskan tentang ide yang tak kunjung datang? Kenapa tulisan saya ini tidak membuat sebuah alur yang nggenah dan kenapa ada ketidakkonsistenan dalam tulisan ini? Karna di otak saya sedang tidak ada ide.

Ah, ataukah ini merupakan sebuah ide???

Tip Menghindari Kejahatan

penculikInfo ini dapet dari milis, semoga bermanfaat, khususnya buat para perempuan. Buat para lelaki, bisa memberi tahu tentang hal ini kepada pacar, istri, ibu, atau saudara dan teman perempuan Anda.

Monggo disimak…

Read more »

desember

(gambar ini "nemu" dari http://udayul.blogdetik.com)

ada rindu di bulan desember
rindu pada rinai hujan saat kita menghabiskan senja di ruang tamu rumahmu
berteman cumbu dan rayu yang menggebu
rindu pada suara petir kala merinai lagu sendu tanpa air mata
lalu hujan dan petir bergamit dan bertukar kerling, saling memberi isyarat, yang tak kumengerti, tak seorang pun mengerti

 

kita berdua menikmati senja sampai malam mengetuk pintu dan mengusirku dari sisimu

dan aku rindu pada bulan desember waktu itu

rindukah

rindu kita berpagut di batas kota, kemarin
tak ada kata, tak ada sapa
tapi mata saling bicara
dan rasa tak bisa berdusta

ternyata bintang yang kuhadiahkan untukmu masih kau simpan,
meski tinggal separuh

–kulihat separuh lagi bukan bintang dariku

aku ingin menghabiskan rindu denganmu
senja itu
tapi kau tak mau
kau bilang biar rindu itu habis pada waktunya saja

kalau begitu
kan kusisakan rindu ini buat esok
agar kita masih bisa bertemu
di batas kota yang lain

kapan hujan

langit siang ini gelap
angin mendesir manja merayu hasrat
aku di sini
di lantai tiga sebuah gedung
hanya menatap langit yang resah, entah sampai kapan

dingin

tanah membasah pasrah
udara lembap
muka sembap

dingin ini membawaku pada rindu
rindu bercumbu di bawah sayatan kilat
rindu bermain hujan pada Juli dua tahun lalu,
bersamamu

aku terkunci sendiri di kamar gelap yang pengap
sementara di luar sana ada resah yang kehujanan
aku kelu
meski panas itu masih ada di sekelilingku
aku beku
aku dingin

Misteri Waktu yang (Mungkin) Sudah Terpecahkan

jam Setelah bikin tulisan sebelumnya yang tentang bentuk bumi, dari situ gw jadi berpikir–sangat membuat stres sepertinya–tentang waktu yang tersedia 24 jam dalam sehari. Beberapa hari yang lalu gw sempet berpikir–untung masih punya otak –kenapa dalam sehari itu ada 24 jam? Kenapa 1 jam terdiri atas 60 menit? Yang selanjutnya, kenapa 1 menit terdiri atas 60 detik? Tentunya hal ini berlaku di semua negara di dunia ini. Di negara-negara lain juga pasti sama, mereka juga punya 24 jam dalam sehari, punya 60 menit dalam 1 jam, dan punya 60 detik dalam 1 menit. So, di mana permasalahannya???? Weit, sabar dong…kagak sabaran banget sih!

Oke, ini dia permasalahannya… Beberapa hari yang lalu itu–saat gw berpikir tentang permasalahan ini–gw amat sangat penasaran. Terserah deh mau dibilang berlebihan juga. :p yang jelas gw bener-bener penasaran… siapa sih yang bertanggung jawab atas konvensi perincian waktu yang sekarang berlaku ini??? Siapa yang menentukan sehari itu (harus) 24 jam, 1 jam harus 60 menit, dan 1 menit harus 60 detik??? Dan apa yang melandasi atau menjadi patokan penentuan itu?? *Bingung mode on <<< harusnya gambar ini gerak2 mondar-mandir.

Read more »

Fakta Aneh Antara Cowok dan Cewek

Pas lagi “nongkrong” di forum, dapet nih postingan dari salah satu member. Kayaknya menarik. Monggo disimak..

  • Rata-rata cewek tidur lebih lama 1 jam saat malam dari pada Cowok
  • Bayi cewek cenderung lebih cepat berjalan dan berbicara, bayi cowok 2 bulan lebih lambat.
  • Lebih banyak kehamilan dan kelahiran dengan komplikasi (gangguan) saat mengandung bayi cowok ketimbang bayi cewek.