Tak Penting tapi Tak Bisa Ditolak

Pukul 20.31. Kerjaan udah selesai, sekarang waktunya curhat di blog. Sebetulnya gw mau pulang buru2 karena mau “mengunjungi” ATM alias anjungan tunai mandiri, mesin kecil yang berisi banyak uang. Ya, harus menyempatkan diri ke sana, karna duit di dompet udah nggak ada, duit di kantong celana udah tinggal 30 ribu perak. Eh, rupiah maksudnya :D Kalo nggak ngambil, bisa2 besok nggak bisa beli makan. Tapi sekarang gw sempatkan diri buat nulis dulu. Mudah-mudahan sih setengah jam bisa rampung. :p

Oke, lupakan sejenak soal duit yang tinggal sedikit. Sekarang kita bahas tentang “hal nggak penting yang sulit ditolak”, sesuai judul.

Pernah nggak dalam hidup lo merasakan hal nggak penting, tapi lo nggak bisa nolak itu, lo merasa “harus” merasakan hal itu? Kalo pernah, berarti kita sama. Karna gw sekarang sedang merasakan hal itu. Hal apakah itu? Ah, nggak usah secara terang-terangan gw kasih tau di sini, karna ini ruang publik, dan gw rasa hal yang sedang gw alami ini terlalu pribadi, terlalu private buat “diumbar” di sini… he he he… :D

Mungkin gini deh contohnya… (sebenernya ini kurang-lebih pengalaman temen gw sendiri,,hehehe maap ya yang merasa) Misalkan lo seorang cewek yang udah punya pacar (seorang cowok, tentunya :D ). Suatu saat, lo suka sama cowok lain. Suka di sini bukan berarti lo amat terobsesi dan ingin menjadi kekasih sang “cowok baru” ini. Tapi lo cuma sekedar suka, dan ingin mengenalnya (sekedar kenal) lebih deket. Dalam hal ini lo sangat sadar bahwa lo salah, tapi sekali lagi, lo SULIT MENOLAK perasaan itu.

Sumpah, amat sangat nggak enak mengalami hal ini. Kalo bisa milih, jangan sekali-sekali deh ngalamin. Kenapa? Karna saat lo mengalaminya, lo bakal terjebak, dan lo akan masuk ke zona “Telanjur”, lalu sulit buat keluar lagi. Ya, SULIT! Soalnya, buat keliarnya, seakan lo nggak punya pilihan.

Sebetulnya sih ada 2 pilihan, tapi dua-duanya sangat sulit dilakukan. Pilihan pertama, hal yang hampir nggak mungkin dilakukan (dan lo menyadari itu). Sedangkan pilihan kedua, hal yang mungkin saja dilakukan, tapi amat berat buat melakukannya. Kenapa berat? Karena, balik lagi ke hal yang tadi, lo udah masuk ke zona “telanjur”. Seperti misalnya lo udah telanjur kehujanan (kehujanan berarti nggak sengaja, kan?), ya mau-nggak mau lo bakal membiarkan hujan itu membasahi tubuh lo. Makanya ada lagu dangdut yang kurang-lebih (karna saya bukan penggemar dangdut atau orkes Melayu :D ) bunyinya seperti ini: “Terlanjur basah, ya sudah, mandi sekali…. ” (CMIIW) :p

Maka, kalo udah seperti itu, yang bisa lo lakukan adalah (mengutip kata-kata teman): “membiarkannya saja seperti ini sampai rasa itu benar2 hilang”. Yup, gw setuju. Kalo udah seperti ini, lebih baik kita menikmati perasaan ini, dengan segala macem konsekuensinya, baik itu seneng maupun sedih… :D Hmmm… tapi gw minta maaf kalo seandainya ada yang nggak setuju dengan pendapat gw… piss… v^^

8 Tanggapan

  1. waduh kok seperti yang terjadi sekarang ini, gara-gara iseng selingkuhpun terjadi, pusing tapi mesti gimana lg semua sudah terjadi, jadi jalanin aja biar waktu yang jawab nantinya, salam kenal

    • sebetulnya itu tidak benar2 selingkuh, bos… karna di sini kapasitasnya sekedar suka aja, gak cinta, apalagi ingin memiliki… :D

      salam kenal juga ;)

  2. waahhhh… kini gw semakin menikmati kak

    thx ya… atas saran dan kesediaan waktu di sela-sela pekerjaan lo. hihihi

  3. pengalaman teman, apa teman,.. :P
    ————————————–
    http://abid912.wordpress.com/

Tinggalkan Balasan

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.